Heboh Wali Nikah Mempelai Wanita Pukul Pengantin Pria di Ternate, Ternyata Begini Kronologinya

Referensinews.com – Tak diduga-duga, seorang pengantin pria: FT, seketika menerima bogem mentah dari wali nikah mempelai wanita.

Usut punya usut, warga Kota Ternate, Maluku Utara itu mendapat pukulan berawal dari isi pesan WhatsApp darinya terhadap mempelai wanita: NT.

“Berdasarkan informasi, mempelai pria ini chat WA ke mempelai wanita dan mereka (keluarga wanita) baca semua isi chatnya,” ungkap petugas khutbah nikah, Sumarno Arsad melansir detikcom, Sabtu 15 Juni 2024.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah NT di Kelurahan Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate pada Kamis 13 Juni 2024, sekitar pukul 22.00 WIT.

Pada pernikahan itu, NT diduga telah hamil 6 bulan.

Sumarno menuturkan, ada ucapan dari mempelai pria yang dianggap kurang baik sehingga keluarga mempelai wanita tersinggung.

Baca Juga:  ABG Nekat Membegal Demi Rp500 Ribu

“Itu ada bahasa-bahasa yang tara (tidak) bagus, akhirnya bikin dia (mempelai wanita) punya saudara laki-laki marah,” sebut Sumarno.

Lebih lanjut Sumarno menjelaskan, perbincangan di WhatsApp tersebut berkaitan dengan kondisi mempelai wanita yang sedang hamil enam bulan.

“Jadi dari insiden itu sampai selesai baru torang (kami) dapat tahu dia punya kronologis awalnya begitu,” ungkap Sumarno.

Pemukulan tersebut pun sempat viral di media sosial bahkan keduanya nyaris adu jotos di hadapan tamu undangan.

Pada video yang beredar, awalnya tampak wali nikah mempelai wanita sedang menikahkan mempelai pria di ruang tamu.

Pasca dituntun, pengantin pria langsung membalas ijab kabul dari wali nikah.

Tamu undangan yang menyaksikan prosesi ijab kabul sempat berramai-ramai menyatakan ‘sah’.

Baca Juga:  Bapak Perkosa Anak Kandung Gegara Ditinggal Istri Jadi TKI di Taiwan

Akan tetapi, pria yang menjadi wali nikah tiba-tiba berdiri dan memukul pengantin pria.

Alhasil keributan tak terhindarkan manakala pengantin pria mencoba membalas pukulan di dalam ruangan tersebut.

Seketika, tamu undangan yang hadir mencoba memisahkan keduanya. (rn1)

Komentar