Referensinews.com – Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung mendorong peningkatan PAD dari sektor pariwisata melalui pemanfaatan media sosial untuk branding potensi wisata daerah.
Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung Zainal Abidin menyarankan Dinas Pariwisata memaksimalkan platform digital secara terencana agar destinasi wisata dikenal lebih luas.
Menurutnya, perkembangan media sosial harus dimanfaatkan serius untuk memperkenalkan destinasi Kota Bandar Lampung ke publik regional maupun nasional.
“Contoh saja ya, dulu pantai Sebalang di Tarahan, Lampung Selatan itu sebetulnya biasa saja potensinya. Tetapi bagaimana media sosial meng-up terus-terusan pantai tersebut, sehingga orang-orang tertarik untuk melihat pantai tersebut,” ujarnya.
Ia menilai konten visual menarik yang didukung strategi promosi konsisten mampu mengubah destinasi biasa menjadi tujuan wisata favorit.
“Yang saya maksud adalah bagaimana Dinas Pariwisata menggandeng konten kreator atau pun semacamnya untuk membranding wisata di Kota Bandar Lampung. Ini penting supaya promosi kita tidak monoton,” katanya.
Zainal menjelaskan kolaborasi dengan konten kreator efektif karena mereka memiliki basis pengikut jelas dan segmentasi pasar yang kuat, menjangkau generasi muda.
“Mungkin bisa mengajak para konten kreator untuk membranding potensi wisata kita. Dengan demikian kita bisa meningkatkan wisatawan dan itu akan bisa mendongkrak PAD melalui sektor pariwisata,” jelasnya.
Ia menekankan pemanfaatan Instagram, TikTok, Facebook, hingga Twitter harus disertai perencanaan konten matang, menampilkan alam, budaya, sejarah, dan kuliner khas Bandar Lampung.
“Dengan memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter, kita dapat mempromosikan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan kuliner Bandar Lampung kepada dunia,” ungkapnya.
Strategi lain yang disarankan termasuk membagikan foto dan video menarik, menggunakan tagar relevan, serta membuat konten informatif terkait agenda dan event daerah.
Promosi digital juga perlu terintegrasi dengan kalender event agar setiap kegiatan memiliki gaung publikasi maksimal, mendongkrak sektor UMKM, perhotelan, dan kuliner.
“Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesadaran dan minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandar Lampung. Kalau kunjungan meningkat, otomatis perputaran ekonomi juga bergerak dan PAD ikut terdongkrak,” pungkasnya.
Komisi II berharap Dinas Pariwisata segera menyusun strategi promosi digital terukur dan berkelanjutan agar potensi wisata Bandar Lampung dikenal nasional.
















Komentar