Referensinews.com – Bandar Lampung menghadapi risiko kebakaran tinggi, sebagaimana terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD yang mengungkap lima ground tank dan seluruh jaringan hydrant tidak berfungsi.
Dalam RDP, Selasa, 24 Februari 2026 tersebut terungkap bahwa dari lima ground tank yang ada, tidak satu pun berfungsi optimal sebagai reservoir utama penyuplai air untuk sistem proteksi kebakaran gedung.
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi itu dan menegaskan persoalan ini bukan sekadar masalah teknis.
“Ground tank dan hydrant merupakan infrastruktur keselamatan publik, jika tidak berfungsi, potensi risiko bagi masyarakat semakin besar, terutama di wilayah padat penduduk dan gedung pelayanan umum,” tegasnya.
Komisi IV menilai kondisi ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terukur, dan terjadwal agar proteksi kebakaran kembali optimal.
DPRD mendorong Pemerintah Kota melakukan audit teknis menyeluruh terhadap seluruh ground tank dan jaringan hydrant, menyusun program reaktivasi serta rehabilitasi fasilitas yang rusak.
Selain itu, Komisi IV meminta proteksi kebakaran dijadikan prioritas dalam kebijakan anggaran daerah dan mengevaluasi standar keselamatan pada gedung publik dan kawasan strategis.
Asroni menegaskan pengawasan DPRD akan terus dioptimalkan agar hasil RDP tidak berhenti di tahap pembahasan semata.
“Keselamatan warga Kota Bandar Lampung adalah prioritas utama, kami tidak ingin kota ini rentan akibat infrastruktur proteksi kebakaran yang tidak maksimal, dan akan terus mengawal hingga ada solusi nyata,” ujarnya.
Komisi IV DPRD berharap langkah cepat segera diambil untuk memperkuat sistem proteksi kebakaran demi melindungi masyarakat serta aset daerah.
















Komentar