oleh

Penyair 3G Merangkak ke 5G

Oleh KEDUNG DARMA ROMANSHA

katamu rindu terbuat dari hati yang kebocoran

membasahi bajuku yang lama tergantung di tiang jemuran

sejak penyair adiluhung meramalkan ratu adil

dan kita beramai-ramai membicarakannya sebagai kebenaran.

katamu penyair serupa nabi

tapi puisimu hanya sanggup meniup-niup hati yang memar

menjadi balon-balon yang meletus di udara

lalu hilang seperti kentut.

penyair itu terbuat dari hati yang patah

dan mereka rela mengikuti hati yang patah

dan betapa kedunguan melanda masyarakat +62.

penyair hari ini mabuk hanya dengan segelas kopi dan senja

teler dan meracau di mana-mana.

lalu ketika ditanya,

’’Siapa kamu?’’

’’Akulah penyair!’’

’’Di mana puisimu?’’

’’Puisiku di mana-mana.’’

’’Di mana?’’

’’Di dalam hati yang kesepian.’’

’’Di mana alamatnya?’’

’’Di mana-mana.’’

katamu penyair bisa mengubah dunia

tapi puisimu cuma like and comment

nyangkut dalam jaring laba-laba.

katamu penyair seperti semut yang membawa air

untuk memadamkan api yang membakar Ibrahim.

tapi semut adalah semut

nabi adalah nabi

jangan halu.

katamu puisi sanggup menggerakkan perut yang lapar

sementara laparmu tidak bergerak ke mana-mana

tidur dalam keputusasaan.

penyair hari ini cuma ghosting

yang dikejar-kejar ketidakadilan.

penyair hari ini cuma kamu yang bisa mendefinisikan

lainnya salah semua.

Jogja, 2021

#SaveNokIti

tubuh ini bukan milik siapa-siapa

dan milik siapa-siapa.

kau bisa menemukanku di ponsel yang retak

di barcode makanan

di karung beras bansos pemerintah

di toa masjid

di pamflet-pamflet kampanye

dan di dalam hiruk pikuk kesunyian.

tapi kau tak akan pernah

memilikiku sepenuhnya.

kau bisa melihatku di baliho-baliho pemilu

kau bisa melihatku di karaoke pinggir jalan

sebab tubuhku milik siapa-siapa

dan bukan milik siapa-siapa.

aku tak pernah memihak pada siapa-siapa

aku memihak padamu yang kesepian

di layar ponsel yang retak.

jadi jangan cemburu pada tubuhku yang bukan lagi milikmu.

jangan cemburu padaku

sebab baliho pemilu, tempat pembelanjaan, tidak gratisan.

jangan marah padaku

kita sama-sama korban ghosting pemerintah

yang lama tak mudik pulang ke rumah.

kau salah. bukan aku yang mencuri uangmu

yang mencuri uangmu maling negara

tapi kau jangan bilang, nanti ditangkap.

penjara tak enak bagi orang melarat sepertimu.

Jogja, 2021

Dulatip Ketiban Serban Kaji Daspan

Dulatip boleh senang

ketika lilitan nasibnya dikendurkan Kaji Daspan.

Dulatip boleh bahagia

sebab kebahagiaan mahal harganya.

kebahagiaan adalah makhluk halus

yang menclok di Android, TV, motor, mobil,

uang, emas, pakaian, dan hal-hal yang disenangi.

itulah kenapa Dulatip boleh senang.

sebab kesenangan jarang mampir di rumahnya

yang mirip kandang sapi.

bohong jika orang bilang bahagia itu sederhana

sebab mereka bukan Dulatip.

congor mereka lebih mirip iklan obat kuat

nempel di mana-mana.

Dulatip berhak bahagia

karena itu ia membagi kebahagiaan pada Kaji Daspan.

kebahagiaan Kaji Daspan adalah senyuman,

senyuman anak Dulatip yang nempel di feed Instagram,

senyuman anak Dulatip yang gemar main TikTok dan goyang bumerang.

senyuman adalah iklan paling baik

untuk krim pemutih kulit.

begitulah senyuman dan kebahagiaan

yang kini terpancar di wajah Kaji Daspan

saat menikahi siri anak Dulatip

yang setiap malam membuat ranjangnya bergoyang—

membuat jantung ibunya berguncang

karena goyangan penyanyi dangdut yang menyanyikan lagu kesedihan

yang bagi Dulatip telah minggat dari rumahnya.

Jogja, 2021

KEDUNG DARMA ROMANSHA

Bersama kawan-kawan muda Indramayu mendirikan komunitas ”Jamaah Telembukiyah” yang bergerak di bidang sastra dan sosial. Salah satu yang pernah dilakukan komunitas tersebut adalah mengajar ngaji anak-anak PSK.

Komentar