Referensinews.com – Ratusan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kemiling diduga keracunan setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 13 Februari 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyatakan keprihatinan karena peristiwa ini menyangkut keselamatan anak-anak.
“Kami sangat prihatin. Ini menyangkut kesehatan generasi penerus bangsa. Jangan sampai program yang niatnya baik justru menimbulkan dampak buruk bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, ratusan siswa, beberapa guru, dan orang tua mengalami diare dan gangguan pencernaan, sebagian harus mendapat perawatan medis.
“Kami minta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan seluruh instansi terkait segera bergerak cepat. Lakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Asroni.
Ia meminta pelaksanaan MBG dihentikan sementara hingga hasil klarifikasi teknis benar-benar akurat dan terverifikasi.
“Kalau memang masih dalam proses penyelidikan, lebih baik dihentikan dulu sementara. Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target program,” kata Asroni.
Lebih lanjut, Asroni menekankan evaluasi total terhadap penyelenggaraan MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bandar Lampung.
“Standar kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, hingga proses distribusi ke sekolah harus dicek ulang secara detail. Jangan sampai ada kelalaian dalam rantai distribusi,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya pengawasan lintas sektor dan koordinasi antarinstansi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Koordinasi antarinstansi harus diperkuat. Jangan jalan sendiri-sendiri. Pengawasan gizi dan sanitasi ini harus benar-benar ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.
Asroni meminta pemerintah daerah memberikan informasi transparan kepada orang tua dan masyarakat terkait insiden ini.
“Orang tua berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana penanganannya, dan langkah apa yang diambil ke depan. Keterbukaan itu penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ucapnya.
“Program yang bertujuan baik tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Kalau ada kesalahan, segera diperbaiki. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan,” tambahnya.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung siap memfasilitasi dialog dengan pemerintah dan instansi teknis untuk memperbaiki sistem MBG.
“Kami siap duduk bersama, mengevaluasi, dan memastikan sistemnya diperbaiki. Yang paling penting, keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Asroni.
















Komentar