Masalah Sampah Bertahun-tahun di TPA Bakung Bisa Teratasi, DPRD Bandar Lampung Siap Dukung Proyek Ramah Lingkungan dan Bernilai Ekonomi

Referensinews.com – DPRD Bandar Lampung mendukung rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Lampung Raya sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah.

Wakil Ketua III DPRD Bandar Lampung Wiyadi mengatakan, persoalan sampah di TPA Bakung telah menjadi perhatian dewan sejak beberapa tahun terakhir.

“Masalah sampah di TPA Bakung ini sudah bertahun-tahun belum terselesaikan secara maksimal. Jadi kalau ada program pengolahan sampah menjadi energi listrik, ini tentu solusi yang baik,” ujar Wiyadi.

Ia menjelaskan proyek membutuhkan pasokan sampah 800–1.000 ton per hari dan lahan cukup luas, sementara TPA Bakung dinilai tidak memadai untuk fasilitas di lokasi yang sama.

“Kalau melihat kebutuhan kapasitasnya, TPA Bakung saya rasa kurang cukup luas. Informasinya juga lokasi pengolahannya bukan di situ,” jelasnya.

Baca Juga:  Sidak DPRD Ungkap Proyek GOR Siger Rp4,9 Miliar Tanpa Papan Nama dan Pengawas Dinas PU

Wiyadi menyinggung rencana pembakaran sampah skala kecil yang dihentikan karena Kementerian Lingkungan Hidup menilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.

“Yang pembakaran skala kecil itu sempat dihentikan karena dampaknya dinilai lebih berbahaya. Maka program pengolahan sampah menjadi energi listrik ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik,” katanya.

Ia menekankan keberhasilan program bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, khususnya pengangkutan sampah dari TPS ke lokasi pengolahan.

“Pemerintah kota punya kewajiban memastikan sampah dari warga dan TPS bisa terangkut ke lokasi pengolahan. Armada harus disiapkan dalam kondisi baik dan layak operasional,” tegasnya.

Wiyadi memastikan DPRD Kota Bandar Lampung siap mendukung anggaran demi kesuksesan program, karena energi listrik yang dihasilkan dapat dijual ke PLN dan memiliki nilai tambah.

Baca Juga:  DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Sepakat Sahkan Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah guna Perkuat Sistem Pengelolaan Aset

“Kalau sekarang listriknya bisa dijual ke PLN. Ini tentu berbeda dengan dulu yang justru membebani daerah. Kami di DPRD siap mendukung anggarannya untuk program yang baik seperti ini,” pungkas Wiyadi.

Komentar