Referensinews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana menambah 300 alat perekam transaksi (tapping box) pada 2026 untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat ini sekitar 600 tapping box telah terpasang di sejumlah wajib pajak sektor usaha di Kota Bandar Lampung.
Ketua Komisi II DPRD Bandar Lampung Agusman Arief menilai, penambahan alat ini strategi penting untuk mencapai target PAD tahun anggaran 2026.
“Yang sudah existing itu kurang lebih ada 600 tapping box. Penambahan 300 ini upaya pencapaian target PAD dan kenaikan dari tahun sebelumnya diharapkan tercapai,” ujar Agusman, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan pajak daerah terdiri dari sekitar 11 item, termasuk pajak restoran, hiburan, dan perhotelan, masuk kategori Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022.
“Realisasi pajak tahun lalu sekitar Rp901 miliar, target tahun ini naik menjadi Rp950 miliar, kenaikan sekitar Rp50 miliar dicari melalui optimalisasi dengan 300 tapping box,” jelasnya.
Agusman menambahkan penambahan tapping box mendorong kepatuhan wajib pajak dan mencegah manipulasi data transaksi sehingga laporan menjadi real time dan akurat.
“Kalau belum terpasang, transaksi tidak tercatat akurat. Misalnya rumah makan, pengunjung 10 orang tapi dilaporkan hanya 5. Dengan tapping box, datanya langsung terintegrasi ke Bank Lampung,” katanya.
Ia menilai pertumbuhan usaha di Bandar Lampung, seperti kafe, restoran, pusat perbelanjaan, dan hotel kelas melati atau waralaba, masih memiliki potensi besar yang belum tergarap.
“Banyak hotel kelas melati dan penginapan waralaba masih manual. Dengan tapping box, pembayaran pajak langsung dan transparan,” ungkap Agusman.
Komisi II DPRD sebelumnya menggelar RDP dengan wajib pajak hotel dan restoran; sebagian wajib pajak belum memasang tapping box dan dianjurkan segera melakukannya.
Agusman menambahkan jumlah tambahan tapping box akan dievaluasi sesuai perkembangan, dan jika masih kurang, bisa diatur dalam perubahan APBD 2026.
“Untuk tahap awal, 300 sudah cukup signifikan, tapi bisa ditata kembali jika pertumbuhan usaha semakin pesat,” pungkasnya.
















Komentar