Alimuddin Ajak Warga Perkuat Cinta Tanah Air sebagai Implementasi Nilai Pancasila

Referensinews.com – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, H. Alimuddin, menegaskan bahwa sikap cinta tanah air merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan nasional.

Hal itu ia sampaikan dalam sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Rabu (30/7/2025).

“Cinta tanah air adalah ekspresi kasih, kebanggaan, dan loyalitas terhadap bangsa. Nilai ini tercermin dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, yang menegaskan pentingnya semangat kebangsaan serta menjaga kesatuan bangsa,” ujar Alimuddin di hadapan peserta.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni politisi DPD PAN, Gustian Azis, SE, dan Aparatur Sipil Negara Kecamatan Teluk Betung Timur, Bambang Heryanto, S.H., M.H.

Baca Juga:  Panen Dukungan, Projo Mantap Dukung Ririn dan Wiriawan di Pilkada Pringsewu

Keduanya memaparkan makna Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Menurut Alimuddin, cinta tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan konkret, seperti menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghargai keberagaman suku, agama, dan budaya, serta melestarikan tradisi lokal sebagai identitas bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. “Cinta tanah air juga bisa diwujudkan melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, termasuk menyambut peringatan Hari Jadi Bangsa Indonesia ke-80 tahun yang akan datang,” katanya.

Sosialisasi PIP-WK ini merupakan bagian dari program berkelanjutan DPRD Kota Bandar Lampung untuk memperkuat pemahaman ideologi Pancasila serta meningkatkan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kisruh Izin Bukit Aslan, DPRD Turun Tangan

Upaya tersebut diharapkan dapat mempererat persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

Komentar