“Kita dapat mengatakan bahwa mungkin Kim Jong Un menempatkan Jo Yoong Won sebagai kingmaker, orang yang berperan membantu membimbing dan mengarahkan penerus turun temurun,” kata Michael Madden, sebagai Pengawas Kepemimpinan Korea Utara, afiliasi dari pengawas 38 Utara.
“Mereka pasti membuat keputusan itu dengan memperhatikan transisi (pemerintahan),” tambahnya.
Menurutnya, pemerintahan Kim membuat keputusan seperti ini dengan memperhatikan transisi potensial “dengan pandangan bahwa pemimpinnya mungkin tidak mampu lagi diperbaiki atau mungkin mati”.
Madden mencontohkan, langkah serupa yang dilakukan ayah Kim, Kim Jong Il, menjelang akhir hayatnya. Pada 2007, ayah Kim Jong Un mengalami TIA (serangan iskemik transien) yang disebut stroke mini.
“Masalah kesehatannya menjadi agak genting dan dia mulai bersiap untuk suksesi turun temurun,” ujarnya tentang Kim Jong Il.
“Jadi dia pada dasarnya mempercayakan sekitar lima atau enam orang yang kesetiaan dan ambisinya tidak perlu dia pertanyakan untuk dijadikan wali,” lanjutnya.
Wali ini adalah orang-orang yang mengambil portofolio kebijakan yang sangat besar dan sensitif. “Ini adalah orang-orang yang membuat transisi dari Kim Jong Il ke Kim Jong Un seefektif sebelumnya. Mereka semua mengawal Kim Jong Un melalui hari-hari awal itu,” terangnya. (rn1)
















Komentar