Referensinews.com – Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung Agus Widodo menyoroti arah prioritas pembangunan Pemkot dan meminta fokus pada penanganan banjir dibanding proyek estetika.
Agus menekankan, memasuki puncak musim hujan Januari–Februari, mitigasi bencana harus menjadi perhatian utama untuk mencegah banjir besar seperti yang terjadi pada 2025.
“Saya sudah lama mengingatkan hal ini dalam berbagai kesempatan, baik saat rapat Badan Anggaran maupun melalui interupsi di Sidang Paripurna. Fokus utama kita seharusnya adalah penanganan banjir,” ujarnya.
Ia menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dengan pola tambal sulam dan mendorong Pemkot menyusun master plan drainase terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Kita perlu peta air dan master plan drainase yang jelas. Tanpa itu, penanganan banjir akan sangat berat, tapi DPRD akan mendukung penuh,” ungkap Agus.
Selain perencanaan jangka panjang, Agus menyoroti sedimentasi drainase yang masih menjadi pekerjaan rumah, karena penyumbatan menyebabkan genangan di berbagai titik kota.
Ia menekankan pentingnya sinergi Pemkot, DPRD, perangkat pamong, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat saluran drainase agar fungsi tetap optimal.
Terkait wacana Kampung Warna-Warni, Agus menilai pembangunan harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat, seperti penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur jalan.
“Kami di DPRD melihat apa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, itulah yang harus diprioritaskan. Perbaikan banjir dan jalan berlubang menjadi prioritas Komisi III,” pungkasnya.
















Komentar