Heydari memilih melarikan diri dari Kabul dan kini ia berada di Prancis. Ya, itulah bagian dari kisah pilu Roya Heydari.
“Ketakutan terbesarnya bukanlah kematian, tetapi “dikurung” dan tidak bisa “keluar dan melanjutkan pekerjaan,” tegas Roya. Dia akan kembali jika kelompok itu dapat meyakinkannya bahwa kelompok perempuan dapat terus bekerja. (rn1)
















Komentar