DPRD Bandar Lampung Desak Hukuman Berat untuk Predator Anak, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan

Referensinews.com – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali mencuat di Kota Bandar Lampung. Sejumlah orang tua korban bersama anak-anak mereka mendatangi Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung untuk menyampaikan laporan dan menuntut keadilan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria berusia 62 tahun.

Pelaku yang disebut-sebut sebagai pedagang mainan itu diduga telah melecehkan beberapa anak sekolah dasar di Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur. Menurut pengakuan salah satu orang tua korban, pria tersebut menggunakan modus membujuk anak-anak dengan mainan dan uang agar tak melaporkan perbuatannya.

“Saat kejadian, anak saya baru pulang sekolah dan dibawa ke sebuah gudang yang lebih mirip kamar. Di situlah pelaku melakukan aksinya,” ungkap M, salah satu orang tua korban.

Baca Juga:  Angga Wijaya Praja Ajak Warga Perkuat Pemahaman Pancasila Menjelang HUT ke-80 RI

M mengungkapkan, pelaku memberikan uang Rp2.000 dan mainan kepada korban sebagai imbalan agar bungkam. Aksi tersebut diduga telah berlangsung berulang kali dengan korban yang berbeda.

Menanggapi laporan itu, anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Dewi Mayang Suri Djausal, menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menilai kasus ini sebagai kejahatan luar biasa yang tidak boleh diselesaikan secara damai.

“Ini kejahatan serius. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya tanpa adanya upaya damai atau penyelesaian secara kekeluargaan,” tegas Dewi Mayang.

Ia juga menyoroti minimnya tenaga psikolog anak di Bandar Lampung. Saat ini, diketahui hanya ada dua psikolog anak yang tersedia, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk menangani trauma korban.

Baca Juga:  Anggota DPRD Bandar Lampung Reri Pambudi Ajak Masyarakat Tanjung Baru Amalkan Pancasila

Dewi Mayang mendesak aparat penegak hukum segera bertindak cepat dan tegas, serta pemerintah kota untuk menambah jumlah tenaga psikolog anak demi pemulihan korban. ***

Komentar