DPRD Dorong Bandar Lampung Jadi Kota Ramah Disabilitas Lewat Dialog Bersama Komunitas dan Akademisi

Referensinews.com – DPRD Kota Bandar Lampung mendorong terwujudnya kota inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas melalui dialog bersama komunitas.

Forum tersebut digelar Yayasan SATUNAMA Yogyakarta di Hotel Emersia, Kamis (14/8/2025), melibatkan lintas komisi DPRD dan kelompok rentan.

Dialog ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada 8 Juli 2025 dengan pimpinan DPRD untuk memperkuat komitmen terhadap inklusi sosial.

Tiga narasumber utama hadir: Ketua KPPI Lampung Nenden Tresnanursari, akademisi Unila Gita Paramita Djausal, dan pengurus Lamban PuAn Drs. Ikram Baadilla.

Fasilitator SATUNAMA, Sely Fitriani, menjelaskan tujuan forum adalah memperkuat kapasitas kelompok rentan agar lebih aktif dalam proses kebijakan publik.

Anggota DPRD dari empat komisi turut hadir, di antaranya Misgutini, Yuni Karnelis, Zainal Abidin, Agus Widodo, Rizaldi Adrian, Dewi Mayang Suri Djausal, dan Heti Friskatati.

Baca Juga:  HUT Ke-340 Kota Bandar Lampung, Begini Harapan Ketua DPRD Wiyadi

Ketua PERTUNI Lampung, Setiawan, mengungkapkan sulitnya penyandang disabilitas memperoleh tempat tinggal yang layak dan akses kepemilikan rumah.

“Kesetaraan dalam tempat tinggal juga kami harapkan. Sampai sekarang kami masih banyak kesulitan dalam pengajuan rumah,” katanya.

Ketua PPDI Lampung, Edi Waluyo, menilai implementasi Perda No. 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan Hak Disabilitas masih sangat lamban.

“Katanya BUMN wajib pekerjakan satu persen disabilitas, swasta dua persen, tapi faktanya jauh dari kenyataan,” tegas Edi.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung, Dewi Mayang Suri Djausal, menyatakan komitmen penuh untuk memperjuangkan kebijakan berpihak.

“Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal kemanusiaan. Kota harus hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Insiden Keracunan, DPRD Bandar Lampung Sidak Dapur Program Gizi: Keselamatan Siswa Prioritas

DPRD berharap dialog ini menjadi pijakan awal untuk menyusun langkah strategis mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang inklusif dan adil.

Komentar