Referensinews.com – Retribusi parkir yang dinilai belum optimal kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Agus Djumadi menilai, OPD terkait perlu terobosan konkret agar PAD dari sektor parkir meningkat pada 2026.
Menurutnya, evaluasi perencanaan APBD 2026 menunjukkan regulasi antara pajak dan retribusi parkir masih menjadi kendala utama.
“Memang ini sudah ada kajian dari evaluasi kita pada perencanaan APBD 2026 tahun lalu. Tapi kan ada regulasi yang mengatur antara pajak dan retribusi. Pajak parkir itu sudah ditangani Bapenda, sementara retribusi parkir tepi jalan ini berbeda lagi pengelolaannya,” ujar Agus.
Ia menjelaskan pajak parkir di hotel, restoran, dan kantong parkir besar sudah cukup optimal, namun retribusi parkir tepi jalan masih jauh dari target.
“PAD dari retribusi parkir ini baru sekitar 30 persen dari target. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Agus menyinggung rencana pengembangan titik parkir di Jalan Juanda dan sekitar Stadion Pahoman, yang terkendala regulasi dan keterbatasan anggaran.
“Rencana itu ada, seperti di Juanda dan Pahoman. Tapi sekali lagi, ini terkait regulasi dan kemampuan anggaran. Bahkan usulan kajian optimalisasi PAD dari sektor parkir pun belum bisa diwujudkan oleh TAPD,” jelasnya.
Ia menilai maraknya parkir liar di tepi jalan berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan daerah sehingga perlu inovasi dari Dinas Perhubungan.
“Kami minta Dishub jangan berhenti berinovasi. Jangan terus bertahan dengan sistem manual. Justru di situ banyak potensi kebocoran,” katanya.
Agus menyebut penerapan sistem parkir elektronik bisa meminimalisir kebocoran dan meningkatkan transparansi pengelolaan.
“Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah meminimalisir penggunaan parkir manual dan beralih ke sistem elektronik. Mau kerja sama dengan pihak ketiga silakan saja, yang penting PAD kita meningkat,” pungkasnya.
Komisi III memastikan akan terus mengawal dan mengevaluasi kinerja OPD terkait agar potensi pendapatan parkir seiring pertumbuhan ekonomi dan pusat usaha di Bandar Lampung bisa optimal.
















Komentar