Pabrik Karet PTPN VII Unit Tulungbuyut; Tua-Tua Juara!

“Meskipun kami masih pakai teknologi lama, produk karet kami diburu buyer dari Mancanegara. Beberapa tahun lalu muncul karet sintetik, tetapi sekarang para customer  kembali menggunakan karet alam. Bukannya sombong, karet kami ini dibeli pabrikan brand terkenal yang memproduksi ban pesawat terbang, ban mobil balap, dan brand kelas dunia lainnya,” tambahnya.

Dan aspek ketiga, menurut Agus, adalah membangun tim yang mempunya visi yang kuat. Agus memberi catatan khusus kepada aspek ini karena manyangkut soft skill atau kepiawaian yang bersifat individualis-subjektif.

“Saya sangat apresiasi kepada teman-teman, dari penyadap, tenaga pengolahan, Satpam, dan semua yang telah bekerja dengan visi sama dan kuat. Ini modal utama untuk bisa melangkah lebih jauh. Kami membentuk tim pengawalan produksi dan tim pengendalian mutu agar semua standar bisa terjaga. Rasa kebersamaan sudah terbentuk dan tinggal mempertahankan,” kata dia.

Baca Juga:  Ketua DPRD Bandar Lampung Ucapkan Selamat atas Pelantikan Gubernur, Wagub, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Terpilih

Dengan semangat kebersamaan, produktivitas penggalian bahan baku telah menunjukkan progresivitas yang menjanjikan. Demikian juga dengan kinerja off farm atau pabrik, dari kapasitas terpasang pengolahan RSS yang 10 ton per hari, dapat dicapai 11—13 ton per hari tanpa tambahan jam kerja. Demikian juga untuk kapasitas pabrik SIR, dari kapasitas 40 ton per hari bisa digeber sampai 43 ton per hari.

“Semangat semua teman-teman di Unit Tulungbuyut sudah pulih dengan telah terpenuhinya hak-hak normatif karyawan. Juga suasana kerja yang cukup nyaman. Kami yakin, ke depan bisa lebih baik lagi di semua aspek,” kata Agus Faroni menutup percakapan. (rls/rn1)

Komentar